Main ke Kuil Venus (Museum Seks) di Amsterdam


Apa sih yang kamu pikir saat mendengar kata 'Seks'? Apa kamu langsung teringat akan JAV (Japan Adult Video) dengan Miyabi sebagai pemeran utamanya, bagi penggemar JAV khusus kamu Adam, atau Kama Sutra dengan bermacam gaya bercinta yang melegenda dari India hingga dijadikan sebuah referensi gaya dalam bercinta? Atau sebuah 'kata' yang hanya boleh diperbincangkan oleh kamu yang sudah cukup umur dan siap untuk menikah?

Di Indonesia sendiri 'Seks' masih menjadi sesuatu yang dianggap tabu dan tidak layak diperbincangkan, tapi tidak di Belanda, lebih tepatnya di kota Amstedam. Di kota dengan populasi 1,1jt jiwa ini seks menjadi sebuah bagian yang sudah melekat erat bagi penduduknya, hingga menjadi sebuah 'barang dagangan' yang menghasilkan devisa bagi kota tersebut dan menarik minat banyak turis untuk berkunjung ke Amsterdam.

Sebut saja mulai dari Red Light District yang terkenal dengan bisnis lendir pemuas syahwat (prostitusi) menawarkan jasa pemuas syahwatnya, dengan ikon perempuan dalam etalase kaca di sepanjang jalan, sex shop yang menjual berbagai macam alat-alat pendukung bagi pencari kesenangan bercinta, dan tak heran jika pemerintah Belanda menjadikan seks sebagai sebuah museum yang banyak menarik perhatian turis asing untuk masuk kedalamnya, termaksud saya (karena penasaran).

Baca juga: District Lampu Merah di Osaka

Sejak di buka pada tahun 1985 oleh pemerintah Belanda, menjadikan museum ini sebagai museum bertema seks pertama di dunia, selebihnya museum dengan tema seks berada di beberapa negara seperti di Republik Ceko (Sex Machine Museum), San Fransisco - Amerika (Antique Vibrator Museum), Paris (Museum of Eroticism) dsb. 

Tujuan didirikannya museum seks ini adalah mengajak pengunjung museum menikmati seks dengan cara yang menyenangkan tidak hanya dengan cara berupa hubungan badan saja, melainkan dengan cara melihat berbagai macam pernak-pernik seputar seks, mulai dari patung, lukisan, diorama, video, foto dan berbagai objek seputar seks dari berbagai zaman.

Museum sex atau nama lainnya Venus Temple sendiri terlatak di pusat keramaian kota Amsterdam, tepatnya di Damrak 18. Berjalan kaki dari Stasiun Central Amsterdam memakan waktu sekitar lima menit sampailah di Museum Sex, berlokasi diantara toko-toko di keramaian Damrak.

Dengan tiket masuk sebesar 4 EUR (Rp. 60ribu) pengunjung dapat menikmati berbagai macam koleksi seputar seks yang terdapat didalamnya dan kamu harus sudah balig alias cukup umur (minimal 16 tahun), mengingatkan saya saat masuk ke sebuah kasino di kota Macau yang mengharuskan memperlihatkan kartu identitas (KTP) sebelum masuk.

Melangkah masuk ke dalam museum kamu akan disambut oleh patung besar dewi kecantikan Venus menjulang tinggi seperti menyambut kamu dengan berucap 'welkom = selamat datang' di koridor kecil dan sejumlah ornamen dari abad 19 berbau blue film yang di pajang di balik etalase langsung menarik perhatian ketika melewati pintu masuk.

Pada lantai pertama dan kedua di museum ini memamerkan banyak koleksi lengkap seperti erotik objek, foto, manuskrip dan sastra tentang seks pada era Romawi. Kita dapat mengetahui sejarah tentang awal mula perkembangan seks. Jauh lebih dalam akan disuguhkan oleh berbagai macam patung-patung erotis dalam bentuk karya seni yang menghibur pengunjung yang melihatnya, seperti berbagai patung alat kelamin pria dan wanita hingga bermacam bentuk alat kontrasepsi (kondom) yang tidak biasa di pamerkan dalam sebuah etalase.

Beberapa pengunjung serius memperhatikan koleksi yang dipamerkan seperti koleksi yang menampilkan bintang/artis Holywood Marilyn Monroe yang banyak berada dilantai pertama dan kedua. Bintang Holywood kelahiran California - Amerika Serikat ini pada tahun 1950 memang terkenal dan menjadi simbol seks pada eranya, sehingga tak heran jika museum ini banyak menampilkan koleksi Marilyn Monroe. 



Keelokan tubuh Marilyn Monroe dituangkan dalam beberapa diorama seperti sedang menjadi model telanjang sebuah lukisan dan tubuh berbalut dengan gaun putih sambil menahan rok mini yang seolah tampak tertiup angin, tidak jarang para pengunjung berswafoto dengan patung Marilyn Monroe dengan gaya khasnya.


Tidak hanya patung Marilyn Monroe yang menarik perhatian banyak pengunjung, objek lain seperti 'cake erotis', menampilkan beberapa cake yang dihias dengan bentuk alat kelamin pria dan wanita, mungkin yang tidak terbiasa akan mual dibuatnya.

Tidak lebih dari satu jam menghabiskan waktu untuk berkeliling museum seks di Damrak ini sekaligus membuka wawasan yang dulunya seks masih dianggap tabu untuk diperbincangkan dan hanya sebuah pemuas syahwat, tetapi di negara ini dapat dijadikan sebagai salah satu objek wisata dan sekaligus menjadi tempat edukasi.

No comments:

Post a Comment